Format Naskah Buku: Cara Mengirim Naskah Ke Penerbit

Format Naskah Buku: Cara Mengirim Naskah Ke Penerbit Biasanya, untuk naskah Buku, penerbit ingin membaca proposal naskahnya dulu. Wah, bagaimana ya membuat proposal naskah? Saya juga tadinya kesulitan. Terbayang akhir kuliah dulu waktu membuat proposal skripsi. Sepertinya susah. Ternyata, setelah dicoba, tidak juga. Alhamdulillah, sudah membuahkan hasil. Ada naskah nonfiksi saya yang lolos diterbitkan dengan hanya membaca proposal naskahnya.
PROPOSAL NASKAH BUKU
INFORMASI BUKU
Judul
SAUKANG: Sistem Kepercayaan Masyarakat Bugis-Makassar dari Zaman Pre-History Sampai Zaman Modern
Sinopsis
Sejak zaman pra-aksara, manusia sudah mulai mencari dengan keterbatasan akal mereka, tentang kenapa mereka sakit, dan kenapa mereka meninggal. Dari pertanyaan sederhana ini kemudian muncul dugaan manusia bahwa  dibalik kejadian luar biasa itu pasti ada penyebabnya. Tapi penyebab dari kejadian tersebut adalah sesuatu yang tidak pasti. Mereka kemudian bersepakat dalam hati mereka bahwa ada Dzat yang luar biasa yang menyebabkan hal-hal gaib ini terjadi.
 Bugis-Makassar adalah salah satu suku yang mendiami jazirah sebelah selatan pulau Sulawesi. Kedua suku ini berasal dari suku Deutero Melayu (Melayu muda) yang bermigrasi dari Yunan Cina Selatan pada kurun waktu tahun 400-300 SM. Jauh sebelumnya sudah ada tanda-tanda peradaban ditempat ini, diantaranya dapat dibuktikan dengan ditemukannya lukisan praaksara di Gua leang-leang Maros, gua Sumpang Bita di Pangkep dan gua Leang Bambang Oroa Sinjai. Kemudian pada zaman selanjutnya manusia Bugis-Makassar membangun peradaban awal pada  masa sejarah dengan membangun peradaban di Tana Lu, (Luwu). Disini muncul kepercayaan asli mereka yang terkenal dengan kepercayaan kepada Dewata Suwae. Disini agama lokal Bugis-Makassar kemudian menyebar kehampir seluruh jazirah Sulawesi dengan segala modifikasinya diantaranya kepercayaan Aluk Todolo di Toraja, kepercayaan Patuntung di Kajang dan kepercayaan Towani Tolotan di Sidrap. Ketiga agama ini sampai saat ini masih eksis ditengah penetrasi dari berbagai agama besar yakni Hindu, Islam dan Kristen. Namun dibalik dominasi dari agama besar tersebut, agama lokal Bugis-Makassar mampu mengadakan survive dengan cara melakukan akulturasi atau afiliasi dengan agama tersebut.
Bukti akulturasi tersebut bisa dilihat pada agama lokal Aluk Tudolo berafiliasi dengan agama Kristen di Toraja, agama lokal Patuntung berafiliasi dengan agama Islam di Kajang dan agama Towani Tolotan berafiliasi dengan agama Hindu di Sidrap. Dan pada umumnya saat ini mayoritas masyarakat Bugis-Makassar memeluk agama Islam. Namun bila diteliti secara mendalam tingkat kepercayaan mereka terhadap Islam masih belum maksimal atau dalam istilah Islam mereka belum memeluknya secara kaffah, karena dari dulu sampai sekarang agama lokal yang bersifat animisme dan dinamisme masih bercokol disanubari manusia Bugis-Makassar.
Salah satu faktor yang menyebabkan masih kentalnya agama leluhur pada manusia Bugis Makassar tersebut, antara lain dikarenakan historis penyebaran Islam di wilayah ini dari atas ke bawah, artinya tiga orang penyebar agama Islam ( Datu di Tiro, Datu Patimang dan Datu ri Bandang) ke wilayah Bugis-Makassar mengislamkan ( Sombayya )raja dulu, kemudian raja memerintahkan rakyatnya dengan segala kemutlakan dari sang raja untuk memeluk agama baru tersebut. Jadi dilihat secara konstekstual maka mau tidak mau, suka atau tidak suka mereka harus memeluk agama Islam sebagai agama mereka,  karena ini merupakan titah dari Sombayya yang harus dan mesti dipatuhi.
Satu hal yang menarik bahwa sebelum raja gowa memeluk Islam ada semacam kesepakatan yang dibuat antara kerajaan Gowa dengan Datu ri Bandang. Kerajaan Gowa yang diwakili oleh tehnokratnya Karaeng Pattingalloang mengajukan beberapa syarat kepada Datu ri Bandang, yakni pertama Minum Tuak tak dilarang, karena kapan rakyat prajurit  Gowa tidak minum Tuak lagi maka keberanian mereka akan sirna; kedua agar Candu tidak dilarang, karena kalau dilarang maka Bate Salapang dan pejabat-pejabat Gowa lainnya tidak akan mampu lagi berpikir untuk kemajuan kerajaan; ketiga agar Judi sabung Ayam tidak dilarang karena kalau dilarang maka hiburan rakyat Gowa sudah tidak ada lagi; keempat agar penyembahan kepada Saukang dan benda-benda keramat tidak dilarang, karena kapan dilarang maka kharisma kerajaan Gowa akan pudar; dan kelima . kelima  syarat Karaeng Patigalloang ini diterima dengan berat hati oleh Datu Ri Bandang. Karena Datu Ri bandang berharap suatu saat secara bertahap Agama Islam di Gowa akan mengalami perkembangan dan akan masyarakat akan memeluk Islam secara menyeluruh.
Dari perjanjian antara Karaeng pattingalloang dengan Datu  ri Bandang, satu point yakni pihak kerajaan Gowa meminta agar kalo mereka memeluk Islam, janganlah mereka dilarang menyembah Saukang, karena saukang bagi mereka mempunyai arti penting bagi kebesaran kerajaan.
Saukang adalah Salah satu media terpenting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Bugis Makassar. Saukang adalah sebuah Sao atau rumah kecil tempat Kalompoang atau makam Patanna Pa’rasangang. Dan yang menjadi penghulu atau penghubung Patanna Parasangang dinamakan Pinati. Pinati ini adalah keturunan dari Patanna Pa’rasangang dan dipilih berdasarkan atas keturunan.
Dari pemaparan singkat diatas, penulis merasa terpanggil untuk menggali lagi persoalan tersebut dan memunculkannya dalam bentuk buku. Adapun buku ini nantinya akan terfokus kepada permasalahan penyembahan Saukang sebagai media penyembahan kepada Patanna Pa’rasangang.
Segmen Pasar
Buku ini ditujukan terutama di kepada kalangan mahasiswa, pemerhati kebudayaan lokal, serta para pengambil kebijakan agar mereka mengetahui segala permasalahan bangsa ini dapat diselesaikan secara arif. Buku ini juga ditujukan kepada masyarakat umum yang mau atau peduli terhadap nilai-nilai kearifan lokal.
Daftar Isi
Halaman Judul
Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1.  Sejarah munculnya agama lokal Bugis-Makassar
Dst……
Daftar Pustaka     
Perkiraan Jumlah Halaman
120 halaman
PROFIL PENULIS
Nama /Samaran
Nama Anda
Alamat Sekarang
Alamat Anda
No. Tlp/HP
Nomor Hp Anda
Email /Wesite
email dan web anda (kalau Ada)
Tempat/Tgl Lahir
tempat/tgl lahir Anda
Profil Singkat
Ceritakan Profil singkat Anda

Foto Penulis

Foto Anda



Prosedur Penerbitan Naskah di Gramedia Pustaka Utama
Sekilas GPU. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama (GPU) adalah penerbit buku-buku umum, artinya buku-buku yang dimaksudkan untuk konsumsi umum, karena merupakan referensi atau bacaan umum, mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa, mencakup buku fiksi maupun non-fiksi. Itulah main business kami. Tetapi, adalah fakta bahwa banyak di antara buku kami juga dipakai sebagai buku teks. Karena itu, kami juga memiliki Desk Buku Teks, yang secara khusus bertanggung jawab atas buku-buku teks perguruan tinggi yang kami terbitkan. (Untuk buku teks bagi siswa SMU ke bawah, silakan anda menghubungi sister company kami: Penerbit Grasindo).
Buku-buku umum yang kami terbitkan adalah buku-buku yang mengandung nilai-nilai yang sejalan dengan mission statement kami, yaitu "Bersama komponen bangsa yang lain, ikut serta menciptakan Indonesia Baru dengan nilai-nilai humanisme transendental." Karena itu, buku yang kami terbitkan adalah yang mengembangkan nilai-nilai kemanusiaan yang beriman kepada Sang Pencipta dan Pemelihara, yaitu Tuhan Semesta Alam. Itu berarti bahwa kami akan menerbitkan buku yang mendorong munculnya semangat pluralis, demokratis, inklusif, cerdas, berwawasan luas, profesional, berbudaya, humanis, dan religius. Sebaliknya, kami mengindari penerbitan naskah yang mendorong semangat fanatik sempit, picik, anti-refleksi dan anti- pembelajaran, pelecehan terhadap kemanusiaan.

Dewan Penilaian Naskah
Untuk menilai kelaikan terbit suatu naskah, kami memiliki Dewan Penilaian Naskah, yang terdiri dari wakil-wakil dari Redaksi, Produksi dan Pemasaran/Promosi, yang dari perspektifnya masing- masing akan memberi rekomendasi terhadap suatu naskah untuk terbit atau tidak terbit. Terasah oleh pengalaman, masing-masing akan mengembangkan perspektif mereka, tetapi:
  • Secara khusus Redaksi akan menilai naskah dari mutu isinya:
  • kesesuaian dengan misi, kedalaman dan kelengkapan informasinya,
  • bagaimana pentingnya topik/tema naskah (importance), bagaimana
  • relevansinya, bagaimana penyajiannya (urutan logis atau sistematika
  • pemaparan dan gaya bahasanya), apa keunggulan dan kelemahan naskah tsb dibandingkan dengan buku yang sudah beredar di pasar.
  • Secara khusus wakil dari Produksi akan menilai naskah dari sisi produksi dan pembiayaannya: kemudahan/kesulitan produksinya, proses yang harus dilalui, perkiraan besar ongkos produksinya.
Secara khusus wakil dari Pemasaran/Promosi akan menilai naskah dari serapan pasarnya (marketability): apakah akan disambut pasar dengan gairah atau sebaliknya? Berapa ribu akan terserap pasar dalam setahun? Berapa lama naskah itu akan bisa hidup di pasar, akan terus dibutuhkan atau hanya menjawab kebutuhan sesaat?. Kadang-kadang Dewan juga minta pertimbangan dari para ahli, termasuk dari kalangan perguruan tinggi, atas naskah-naskah tertentu.

Quadran Penilaian
Dengan menggunakan kata MUTU untuk mutu naskah dan kesesuaian dengan misi kami, serta kata LAKU untuk serapan pasar, terciptalah quadran penilaian sbb:
  • Quadran 1: Mutu Tinggi & Laku Keras Inilah primadona kami. Lampu hijau langsung kami berikan untuk segera menerbitkan naskah yang masuk dalam quadran ini.
  • Quadran 2: Mutu Rendah Tapi Laku Keras Ini lampu kuning. Kalau mutunya "tidak jeblok-jeblok amat", dan penerbitannya TIDAK menimbulkan opini umum "Gramedia kampungan!", kami masih mau menerbitkan naskah dalam quadran ini. Tapi, ya itu tadi… tidak terkesan "MELACURKAN DIRI" atau muncul pendapat sinis "HUH, GRAMEDIA CUMA CARI UNTUNG DENGAN MENJUAL SAMPAH!"
  • Quadran 3: Mutu Tinggi tapi Tak Laku Ini lampu kuning. Demi standing kami, kami mau menerbitkan naskah- naskah yang masuk dalam quadran ini. Inilah sumbangan sosial kami. Kalau dana kami untuk ini sudah habis, kami mengusahakan cara lain: Minta pihak kedua (penulis) untuk membeli sebagian agak besar dari bukunya pada saat terbit. Menggandeng pihak ketiga untuk ikut dalam pembiayaan, semacam co- publishing, dan logo pihak ketiga itu boleh tampil di cover.
  • Quadran 4: Mutu Rendah & Tak Laku Ini lampu merah. Kami tak ingin cari penyakit. Naskah di quadran ini hanya bikin malu penerbit dan penulisnya... sudah malu, rugi lagi!
Prosedur
Bila anda memiliki naskah-naskah yang sejalan dengan misi kami, dengan senang hati kami akan mempertimbangkan penerbitannya. Prosedurnya adalah sbb:
  • Kirim naskah Anda (lengkap, dibendel agar mudah dibaca) ke Redaksi Gramedia Pustaka Utama, Gedung Kompas-Gramedia, Jl. Palmerah Selatan 24 -- 26, Lt. 6, Jakarta 10270
  • Lengkap berarti: naskah itu 100% komplit, termasuk gambar-gambar, walaupun gambar-gambar itu hanya kopi dari aslinya, bukan masternya. Ini penting karena master gambar-gambar itu berikut data elektronik naskah tersebut baru akan diserahkan ketika sudah jelas kami putuskan untuk diterbitkan. Ini menjadi sarana pengaman bagi Penulis agar, andaikata ditolak oleh GPU dan naskah itu mau ditinggal di GPU, hanya kopian yang dimiliki GPU (lihat relevansinya dengan point 4 & 5).
  • Sertakan informasi mengenai: 1)      Apa keunggulan naskah tsb dibandingkan dengan buku yang sudah ada di pasar?;  2)      Siapa pembaca sasarannya? Siapa saja yang berkepentingan dengan naskah buku tsb, dan seberapa besar populasinya?; 3)      Dalam perkiraan Anda, dengan populasi orang yang bekepentingan seperti itu, kira-kira berapa banyak buku yang bisa diserap pasar selama 12 bulan, bila kita memasarkannya hanya lewat jaringan toko buku?; 4)      Apakah Anda memiliki forum di mana naskah tsb akan digunakan bila sudah terbit? (misal: "Saya adalah dosen dengan mahasiswa 50 orang per semester, dan rekan-rekan saya juga akan memakainya") Bila "ya", berapa banyak Anda sendiri akan menyerap buku tersebut dalam setahun?. 5)      Apakah akan ada event tertentu yang menciptakan momentum yang menguntungkan publikasi naskah tersebut. (Misal, "Bulan xxx tahun zzz akan ada Nasional Seminar On bla bla bla, dan buku ini akan di-launch di sana" atau "Saya akan melakukan in house training untuk 500 karyawan PT yyy, bulan bbb tahun ttt, dan buku ini akan dipakai sebagai panduan.")
  • Atas pengiriman itu, Anda akan menerima Tanda Terima, di mana dicantumkan formula standar yang antara lain mengatakan bahwa selambat-lambatnya dalam 3 bulan akan ada keputusan mengenai terbit atau tidaknya. Keputusan bisa cepat (7 hari kerja), bisa lambat, antara lain juga tergantung pada informasi-informasi (pertanyaan 1 – 5) tsb, di samping pada tumpukan naskah yang harus kami nilai.
  • Bila naskah tidak akan diterbitkan, GPU akan mengirim balik naskah tersebut, bila disertai prangko secukupnya. Bila tidak disertai prangko secukupnya, atau bila dikehendaki oleh penulisnya untuk diserahkan kepada GPU, kami sedapat mungkin akan menjaga kerahasiaannya, dan tidak akan menyerahkan kepada pihak lain untuk diterbitkan atas nama siapa pun. Tetapi, karena secara berkala kami membersihkan naskah-naskah tua, selalu ada kemungkinan bahwa naskah seperti itu jatuh ke pihak ketiga yang tidak dimaksudkan, baik oleh penulis maupun GPU, dan bisa jadi pihak ketiga itu memanfaatkannya secara tidak bertanggung jawab, tanpa seizin penulis atau GPU. Bila ini terjadi, GPU tidak bertanggung jawab atas kejadian seperti itu.
  • Bila naskah akan diterbitkan, kirimkan data elektronik berikut master gambar/foto/sket. Waktu terbitnya dirundingkan. Perlu diketahui bahwa pada saat kami memutuskan suatu naskah akan terbit, kami sedang melakukan proses penerbitan naskah-naskah lain yang jadwal terbitnya sudah mengisi standing order mingguan ke jaringan toko buku untuk 2 bulan ke depan. Artinya, naskah yang baru saja diputuskan untuk diterbitkan itu paling cepat bisa terbit 10 minggu kemudian, kecuali ada kondisi khusus yang memungkinkan kami untuk mempercepatnya.
Penting! Hindarilah:
  • Plagiat/pelanggaran hak cipta
  • Fitnah/pelecehan terhadap pihak lain
Tertarik untuk mencoba menerbitkan naskah anda? Kami tunggu!: PT Gramedia Pustaka Utama Gedung KOMPAS Gramedia Unit II lt. 6, Jl. Palmerah Selatan 24-26, Jakarta 10270 Telp. 5480888, 5483008, ext. 3202, 3206, 3200, 3231. Fax: 5300545.[ki]