Ada Apa dengan Kata-kata Rewako



Rewako (kamu jantan/berani), kata ini jelas sekali berasal dari Bahasa Makassar, sesuatu yang mungkin menjadi alasan mengapa Kabupaten Gowa memasang slogan ‘Rewako Gowa’. Penulis pun tak tau dengan pasti alasan pemerintah Kabupaten Gowa memilih slogan di atas, namun kemungkinan ada kaitannya dengan ingatan bersama mengenai kebesaran dan ketangguhan Kerajaan Gowa di masa lampau. Namun kini kata ‘rewa’ agaknya sudah keluar dari sangkar Bahasa Makassar, dan menjadi milik sebagian besar orang (terlepas dari sukunya) yang memiliki kedekatan fisik dan batin dengan Makassar.

Kata ini agaknya memiliki kedekatan dengan kata ‘bura’ne’ (laki-laki, Bahasa Makassar). Secara simbolis makna, kedekatan kata ‘rewa’ dan ‘bura’ne’ lebih jelas, karena ‘rewa’ tampaknya merupakan ungkapan paling nyata kejantanan lokal di Makassar, atau mungkin Sulawesi Selatan.
Ungkapan sehari-hari seperti ‘rewana itu orang’ atau teriakan ‘rewako PSM’ (klub sepakbola kebanggaan Sulawesi Selatan), memiliki makna maskulin, jantan, laki-laki. Maknanya bisa direntang jauh; berani, tangguh, pantang menyerah, tidak takut menghadapi bahaya atau risiko.
Makna kata ‘rewa’ di atas sekilas memiliki kualitas baik dan positif. Namun benarkah selalu demikian? Lewat percakapan dan pengalaman sehari-hari, tidak terlalu sulit menengarai kata dan konsep ‘rewa’ ini bisa merugikan, merusak dan berdampak negatif.
Mari mengenang masa-masa kecil atau remaja kita di Makassar! Mungkin banyak di antara kita (terutama kalangan laki-laki) yang pernah terpaksa atau sukarela bertindak bodoh demi meraih predikat ‘rewa’. Waktu di sekolah dasar dulu, mungkin anda pernah ditantang dengan kata ini; ‘rewako lawanki?’. ‘Kalau takutko berarti kau baine’. ‘Kalau takutko berarti tena lasonu’. Pada dua kalimat terakhir, kata dan konsep ‘rewa’ yang jantan itu dikontraskan dengan kata baine(transeksual, yang sering diberi label lemah dan rendah) sekaligus dikaitkan dengan kata laso (penis, lambang kelelakian). Banyak di antara kita yang mungkin terpaksa berkelahi dan menanggung kesakitan akibat kata ‘rewa’ itu.
kata Rewako mengandung makna keberanian suku Makassar dalam mengarungi samudera luas dan tidak gentar kepada bangsa manapun didunia. namun itu dulu. sekarang seyogyanya kita menjadikan slogan Rewako menjadi slogan positif untuk membangun pencitraan diri kearah yang lebih baik dan unggul dalam hal positif. kata rewako bisa dijadikan motivasi untuk setara dengan bangsa-bangsa di dunia. jika orang Amerika dan Rusia berhasil menaklukkan Bulan, mengapa kita sebagai orang Makassar harus menyaingi mereka dengan menaklukkan mercurius atau Pluto. Semoga slogan Rewako menjadi pencerahan bagi Kaumku.[ki]